Dalam budidaya jeruk Keprok Terigas, petani sering menghadapi tantangan pecah buah, terutama di lahan pasang surut. Peristiwa ini biasanya terjadi pada fase pembesaran buah dan sering dipicu oleh hujan yang turun pada saat musim kemarau. Tantangan ini melibatkan fluktuasi ekstrim kadar air, suhu, dan kelembaban tanah saat terjadi perubahan cuaca.